Neymar Sang Agen Super, Sukses Datangkan Ramos Dan Messi

Neymar Jr punya peran signifikan bagi klub tajir Liga Prancis, Paris Saint-Germain, untuk merayu Lionel Messi dan Sergio Ramos datang. PSG merekrut Messi dan Ramos secara gratis di bursa transfer musim panas ini. Awalnya kelihatan sangat mustahil, tapi dua pemain yang dikenal memiliki rivalitas sengit sebagai pentolan Barcelona dan Real Madrid dalam sejarah el clasico bisa juga bergabung dalam satu klub.

Semua ini karena andil Neymar di dalamnya. Bintang timnas Brasil itu memanfaatkan koneksi personal dengan Messi dan Ramos.

“Manuver” pertama Neymar dilancarkan buat menarik Ramos.

Defender gaek Spanyol itu sempat dilanda dilema karena tidak mendapatkan draf perpanjangan kontrak sesuai keinginan di Real Madrid. Pada 8 Juli, Ramos pun menerima pinangan PSG dengan ikatan kerja dua tahun. Pemain yang sudah bisa dikategorikan legenda Real Madrid dan timnas Spanyol itu mengakhiri afiliasi 16 tahun dengan Los Blancos.

Walau memiliki relasi sebagai rival sengit di lapangan, Ramos mengakui rayuan Neymar memperkuat niatnya pindah.

“Neymar mengirim pesan untuk meyakinkan saya datang ke Paris,” kata Ramos dalam pengakuannya saat diresmikan PSG.

“Saya sudah berbicara dengan Neymar selama 6 atau 7 tahun terakhir.”

“Walaupun faktanya dia (pernah) bermain untuk Barca dan saya di Madrid, kami selalu memiliki hubungan persahabatan luar biasa.”

“Neymar meyakinkan saya sebelum bergabung untuk PSG,” kata kolektor penampilan terbanyak di timnas Spanyol itu.

Hal sama dilakukan Neymar buat mengajak Lionel Messi datang untuk membentuk skuad super Paris Saint-Germain. Misi ini sepertinya lebih mudah secara personal mengingat kedekatan mereka sebagai mantan penyerang maut Barcelona. Kedua striker top Amerika Selatan itu bermain bersama di Barca selama 4 tahun sebelum Neymar pindah ke PSG pada 2017.

Uang senilai 222 juta euro yang dikeluarkan Paris 4 tahun silam menjadikan Neymar pemain termahal di dunia rekor yang bertahan sampai saat ini. Neymar pun beraksi di belakang layar sebagai “agen” andal, layaknya sosok makelar top sekelas Mino Raiola. Ia menunggu sampai situasi kontrak Messi benar-benar jelas di Barcelona. Bahkan sebelum itu, Neymar diberitakan sudah melancarkan “negosiasi” rahasia buat mengajaknya bereuni di Paris.

Lionel Messi berpose bersama Neymar, Leandro Paredes, Angel Di Maria, dan Marco Verratti.

“Saya sudah mengenal beberapa orang di ruang ganti (PSG) dan kami melakukan kontak tentang kepindahan saya,” kata Messi.

“Neymar tentu saja melakukan banyak hal dan berperan penting dalam keputusan saya pindah,” kata superstar berusia 34 tahun itu.

Berkat bantuan koneksi Neymar, PSG bisa menggabungkan dua kekuatan besar yang bertolak belakang di ruang ganti. Pertemuan perdana Messi dan Ramos sebagai pemain baru Paris Saint-Germain sudah terjadi pada Kamis (12/8/2021). Bukan cuma bertemu di pusat kebugaran klub, mereka ngobrol beberapa menit dan berpelukan.

Jelas ini momen langka yang menghapus memori rivalitas mereka sebagai jagoan Barcelona dan Real Madrid di el clasico. Sebuah momen langka yang kali ini akan jadi rutinitas di PSG.

“Sekarang mereka bersama dan ini adalah pemandangan menakutkan bagi seluruh sepak bola Eropa,” tulis uraian di Football Espana.

Lalu dengan dipandu Neymar, peraih 6 trofi Ballon d’Or itu menemui semua rekan baru yang ikut sesi latihan di lapangan.

Karena Kasus Pelecehan Seksual, Neymar-Nike Pisah

Kerjasama kontrak Nike dengan mega bintang Paris Saint-Germain, Neymar, terputus. Neymar dikabarkan diputus kontraknya oleh merek sepatu olahraga, Nike, karena mengalami tuduhan pelecehan seksual.

Dikutip dari Marca, Nike mengakhiri kerja sama dengan Neymar karena sang penyerang menolak bekerja sama dalam investigasi soal tuduhan pelecehan seksual. Pemain asal Brasil itu menghadapi tuduhan dari seorang pegawai Nike. Namun, lewat juru bicaranya, Neymar membantah klaim tersebut.

“Tuduhan ini sangat aneh karena kasusnya seharusnya terjadi pada 2016, lalu baru terungkap pada saat ini,” kata juru bicara Neymar.

Kejadian atas tuduhan itu sendiri terjadi pada 2016 dan terungkap ketika si pegawai bersangkutan mengaku pada forum internal. Namun, mereka tidak langsung mengejar kasus ini karena permintaan si pegawai, sampai dia berniat menempuh jalur hukum pada 2019.

Ayah Neymar turut membela putranya dengan menyebut telah terjadi pemerasan Nike terhadap Neymar. Pemutusan kontrak Neymar ini terjadi delapan tahun lebih awal dari durasi kontrak dengan Neymar. Sebelumnya, Neymar terikat kontrak selama 15 tahun bersama Nike.

Tuduhan yang melingkupi eks pemain Barcelona tersebut pun bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya, Neymar dituduh memerkosa seorang perempuan di Paris, Prancis pada 2019. Kasus tersebut tidak diteruskan oleh pihak otoritas hukum karena kurangnya bukti.

Perempuan yang menuduh Neymar balik mendapat gugatan pencemaran nama baik dan penipuan. Kasus itu pun baru ditutup pada 2020 setelah perempuan yang dimaksud dibebaskan dari tuduhan.