Catatan Buruk Inter di Liga Champions Musim Ini

Inter

Kekalahan Inter Milan 1-0 dari Real Madrid dalam laga perdana fase grup mereka di Liga Champions musim ini menorehkan catatan buruk bagi kampiun Serie A.

Duel lawan Madrid di Giuseppe Meazza, Kamis (16/9) dini hari WIB, merupakan pertandingan ke-19 mereka di kompetisi antarklub elite Eropa tersebut sejak Nerazzurri kembali berpartisipasi pada 2018 lalu.

Inter kembali bermain di Liga Champions setelah enam tahun absen dan memulai kampanye mereka dengan dua kemenangan atas Tottenham Hotspur dan PSV Eindhoven di fase grup musim 2018/19.

Namun sejak itu, statistiknya buruk bagi Inter, yang hanya memetik kemenangan tiga kali dalam 17 pertandingan berikutnya.

Dua kemenangan lainnya mereka bukukan pada penyisihan grup musim 2019/20, tepatnya ketika mengalahkan Slavia Praha dan Borussia Dortmund, lalu satu pada musim 2020/21 atas Borussia Monchengladbach.

Dalam beberapa pertandingan, seperti melawan Madrid musim ini, Inter sebenarnya mendominasi pertandingan dan pantas menang. Tapi hasil akhirnya negatif dan membuktikan bahwa mereka keteteran untuk meraih tiga poin.

Sebagai juara edisi 2009/10, Inter hanya mampu memenangkan lima dari 19 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions sejak kembali bersaing pada September 2018.

Selain sulit menang, petualangan Inter selama tiga tahun terakhir di Liga Champions juga selalu terhenti di fase grup.

Jika dirinci dari total paceklik kemenangan mereka, Inter mencatatkan tujuh hasil imbang dan tujuh kekalahan.

Ibrahimovic Tak Ingin Memaksakan Diri Tampil Lawan Juventus

Ibrahimovic

Ujung tombak AC Milan Zlatan Ibrahimovic tidak ingin memaksakan diri tampil dalam big match melawan Juventus pada pekan keempat Serie A, Senin (20/9) dinihari WIB.

Ibra sudah mengawali musim 2021/22 ketika tampil melawan Lazio setelah absen di dua pertandingan sebelumnya. Ibra mencetak satu gol untuk membantu Milan meraih kemenangan 2-0.

Namun penampilan Ibra itu mendatangkan malapetaka, karena ia harus menepi saat Milan dikalahkan Liverpool 3-2 di Liga Champions Eropa akibat menderita cedera tendon achilles.

Ibra mengatakan, ia belum bisa memastikan tampil pada akhir pekan ini. Pemain berusia 39 tahun itu tidak ingin bernasib seperti di musim lalu yang memaksa dirinya harus absen di 28 pertandingan.

“Untuk lawan Juve, mari kita lihat. Saya ada masalah kecil dengan tendon saya, tetapi semuanya baik-baik saja. Saya tidak ingin mengambil risiko yang mendatangkan konsekuensi,” ujar Ibra diwartakan laman La Gazzetta dello Sport.

“Saya ingin menjaga fisik saya sepanjang musim agar selalu berada di tim. Jangan hanya karena main satu laga, lalu melewati yang lain seperti tahun lalu. Kali ini saya akan mendengarkan tubuh saya tanpa berpikir saya seorang Superman. Masalah saya adalah terlalu banyak bekerja.”

Terkait kekalahan dari Liverpool, Ibra mengatakan, hasil akhir tidak perlu disesali, karena pemain telah mendapatkan pembelajaraan, mengingat sebagian besar minim jam terbang di turnamen tersebut.

Menurut Ibra, penggawa Milan akan semakin matang, dan bakal lebih baik di pertandingan berikutnya, karena mereka telah merasakan atmosfer kompetisi papan atas antarklub Eropa itu.

“Saya ingat di akhir musim lalu ketika saya bertanya siapa yang sudah bermain di Liga Champions: mereka mengangkat tangan, ada dua atau tiga. Saya pikir itu lelucon, tapi itu benar,” ucap Ibra.

“Kemarin bagi banyak pemain adalah pertama kalinya tampil di Liga Champions. Tetapi sekarang mereka mengerti apa itu, dan apa yang perlu dilakukan untuk bermain di sana.”

“Tim telah mengetahui semuanya, seluruh paket. Apa artinya bermain melawan tim-tim terbaik di Eropa dan dunia, kecepatan apa yang ada di sana, kualitas apa yang ada di sana. Saya senang dengan rekan satu tim.” pungkasnya.

Setelah Juara Liga Champions Bersama PSG, Messi Akan Balik ke Barcelona

Debut Messi di PSG Bikin Herrera 'Ge-er'

Lionel Messi diprediksikan Juan Roman Riquelme akan mampu memenangkan gelar juara Liga Champions bersama PSG dengan bantuan Kylian Mbappe serta Neymar, kemudian setelah itu ia akan balik dan pensiun di Barcelona.

Awal musim ini Messi resmi hengkang dari Barcelona. Sebab raksasa La Liga itu tak bisa mengontraknya akibat bentrok dengan aturan dari La Liga. Messi tak butuh waktu lama untuk menemukan klub baru. Ia kemudian merapat ke klub kaya raya Ligue 1, PSG.

Klub yang bermarkas di Parc des Princes itu mengontraknya selama dua musim. Namun ada opsi perpanjangan setahun lagi. Kepindahan Lionel Messi ke PSG ini mendapatkan reaksi positif dari Juan Roman Riquelme. Ia bahkan mendoakan Messi agar bisa sukses di klub tersebut.

Namun Riquelme juga mengaku ia merasa bersemangat untuk melihat Messi membentuk trio mematikan di lini serang PSG bersama Kylian Mbappe dan Neymar.

“Saya berharap Messi terus menikmati Paris,” ucap Riquelme pada ESPN.

“Saya tidak tahu apakah itu aneh, tetapi kami semua senang melihatnya menikmati bermain dengan [Kylian] Mbappe dan Neymar.

Salah satu target Lionel Messi di sisa karirnya adalah untuk memenangkan trofi Liga Champions. Juan Roman Riquelme kemudian memprediksi Messi akan bisa meraih gelar juara tersebut bersama PSG.

Setelah itu, Riquelme mengklaim Messi bakal balik ke Barcelona. Ia yakin La Pulga pasti ingin mengakhiri karirnya dengan seragam Blaugrana.

“Jika mereka tidak memenangkan Liga Champions sekarang, mereka tidak akan memenangkannya,” ujarnya.

“Saya pikir Messi akan memenangkan Liga Champions bersama PSG dan pensiun di Barcelona,” tandas Riquelme.

Sebelumnya ada banyak prediksi yang menyebut bahwa Lionel Messi kemungkinan akan mengakhiri karirnya di luar Barcelona. Di antaranya di MLS atau di tanah kelahirannya di Argentina.

Hasil Prediksi Mantan Asisten Benitez Ini Dibenci Oleh Liverpool

Hasil Prediksi Mantan Asisten Benitez Ini Dibenci Oleh Liverpool | Berita  Bola 2021 SatuPedia.Com

Mantan asisten pelatih Liverpool di era Rafael Benitez yaitu Pako Ayestaran merasa tidak yakin The Reds akan bisa membalikkan ketertinggalannya dari Real Madrid di Liga Champions. Liverpool bertandang ke markas Madrid pada pekan lalu di leg pertama perempat final Liga Champions 2020-21. The Reds tampil buruk di pertandingan itu.
Mereka akhirnya dipermak dengan skor 3-1 oleh Los Blancos. Gol-gol Madrid dicetak oleh Vinicius Junior (dua gol) dan Marco Asensio.

Liverpool memang masih punya kesempatan membalas di leg kedua di Anfield. Mereka cukup menang dengan skor 2-0. Pako Ayestaran pernah bekerja di Liverpool dari tahun 2004 sampai 2007. Ia ikut mengantarkan The Reds juara Liga Champions 2005.
Pria asal Spanyol ini kemudian menyebut kalau Liverpool akan kesulitan untuk bisa membalikkan situasi walau nanti bermain di Anfield. Hal itu tidak lepas dari absennya para suporter di dalam stadion.

“Real Madrid mendapatkan banyak keuntungan saat Anfield kosong. Suasana yang saya alami di perempat final bersama Juve dan di semifinal bersama Chelsea, wow, berat sekali. Itu sangat mendorong tim Anda,” tuturnya seperti dilansir Marca, via Liverpool Echo.

Tapi Ayestaran menambahkan, kalau para suporter hadir di stadion sekalipun, hal itu kelihatannya juga tidak akan terlalu berpengaruh. Pasalnya para pemain Madrid memiliki mentalitas yang kuat.

“Pertandingan di Anfield itu tidak mudah. Tapi Madrid sangat berani untuk hidup dalam atmosfer seperti itu dengan para pemain top.

Pako Ayestaran menambahkan ada situasi yang berbeda di skuat Real Madrid dan Liverpool saat ini. Ia mengatakan komposisi pemain Madrid tidak mengalami banyak perubahan saat ini. Selain itu para pemainnya juga sedang tampil dalam performa terbaiknya. Hal itu berbanding terbalik dengan situasi di Liverpool.

“Tapi sekarang mereka menang. Sekarang mereka memiliki momentum positif. Mereka memiliki pemain di lini tengah seperti Casemiro, Kroos dan Modric yang berada pada level yang diharapkan dari mereka,” katanya.

“Dan tidak adanya perubahan itu berarti kalau elemen apa pun yang masuk ke tim dapat bekerja dengan baik,” kata Ayestaran.

“Mereka (Liverpool) berada di titik yang berlawanan, dengan banyak keraguan sepanjang tahun. Ketidakhadiran membuat mereka berada dalam lautan keraguan,” jelas Ayestaran.

Liverpool sendiri sebelumnya pernah menjalani comeback epik saat jumpa rival abadi Real Madrid yaitu Barcelona. Di semifinal Liga Champions 2019-20, setelah tertinggal 3-0 di leg pertama, pasukan Jurgen Klopp berbalik menang 4-0 di leg kedua di Anfield.

Prediksi Liverpool vs Real Madrid, Liga Champions 15 April 2021

Berikut akan kita sajikan prediksi pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions Eropa musim 2020-2021 antara tuan rumah Liverpool vs Real Madrid yang akan digelar di Anfield Stadium, Kamis (15/4/2021) pukul 02.00 dini hari WIB.

Pada leg pertama, walaupun dihajar Real Madrid dengan skor 3-1, Liverpool dibawah kendali Jurgen Klopp tetap belum menyerah. Saat ini The Reds telah mendapatkan kepercayaan diri setelah berhasil meraih kemenangan kandang pertama di tahun 2021.

Dengan kemenangan 2-1 diraih atas Aston Villa di lanjutan pekan ke-31 Liga Inggris. Tentu akan membangkitkan motivasi pasukan Jurgen Klopp untuk melakukan comeback atas Real Madrid.

Liverpool memiliki sejarah manis jika berbicara masalah comeback, dulu mereka pernah mempecundangi Barcelona dengan skor 4-0 di leg kedua semifinal Liga Champions musim 2018-2019 lalu. Comeback itu kemudian berhasil membuat mereka lolos ke final dan menjadi juara.

Jurgen Klopp juga mengabarkan para pemainnya telah siap tempur dan akan melakukan apa saja demi bisa meraih kemenangan di kandang.

“Apapun yang bisa kami lakukan, akan kami lakukan. Kami membutuhkan penampilan yang sempurna. Kami ingin memiliki kesempatan itu,” kata Klopp, dilansir dari Daily Mail.

Sementara itu, Real Madrid akan datang ke markas Liverpool dengan membawa aura positif. Pasukan Zinedine Zidane itu baru saja mendulang kemenangan 2-1 atas Barcelona di laga El Clasico pada lanjutan pekan ke-31 LaLiga Spanyol.

Namun, Zidane tengah bingung karena krisis bek di tim yang dibesutnya. Lucas Vazquez yang selama ini bermain di posisi fullback dikabarkan harus menepi akibat cedera pasca laga El Clasico.

Real Madrid mengalami krisis pemain belakang karena sebelumnya Odriozola, Carvajal, Sergio Ramos dan Raphael Varane yang juga mengalami cedera.

Prediksi Susunan Pemain

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Andrew Robertson, Ozan Kabak, Nathaniel Phillips, Trent Alexander-Arnold; Fabinho, Georginio Wijnaldum, Thiago Alcantara; Sadio Mane, Diogo Jota, Mohamed Salah.

Real Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois; Ferland Mendy, Nacho, Raphael Varane, Alvaro Odriozola; Casemiro, Luka Modric, Toni Kroos; Marco Asensio, Vinicius Junior, Karim Benzema.

Player to Watch

Mohamed Salah (Liverpool)

Mohamed Salah merupakan lumbung gol Liverool musim ini. Di Liga Inggris, Salah sukses menempati posisi daftar top skor sementara dengan koleksi 19 gol dari 30 laga.

Karim Benzema (Real Madrid)

Bomber asal Prancis ini harus mendapatkan pengawalan ketat barisan belakang Liverpool. Karim Benzema merupakan striker berbahaya yang kini telah mencetak 25 gol untuk Madrid di semua kompetisi musim ini.

5 Pertandingan Terakhir Liverpool

(10/4/2021) Liverpool 2-1 Aston Villa

(7/4/2021) Real Madrid 3-1 Liverpool

(4/4/2021) Arsenal 0-3 Liverpool

(16/3/2021) Wolverhampton Wanderers 0-1 Liverpool

(11/3/2021) Liverpool 2-0 RB Leipzig

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid

(11/4/2021) Real Madrid 2-1 Barcelona

(7/4/2021) Real Madrid 3-1 Liverpool

(3/4/2021) Real Madrid 2-0 Eibar

(20/3/2021) Celta Vigo 1-3 Real Madrid

(17/3/2021) Real Madrid 3-1 Atalanta

Head to Head

(6/4/2021) Real Madrid 3-1 Liverpool

(26/5/2018) Real Madrid 3-1 Liverpool

(4/11/2014) Real Madrid 1-0 Liverpool

(22/10/2014) Liverpool 0-3 Real Madrid

(10/3/2009) Liverpool 4-0 Real Madrid

Prediksi Skor :

Liverpool 1 – 0 Real Madrid