Walau Keuangan Sekarat, Barcelona Tetap Incar 2 Pemain Manchester City

Pada saat ini Barcelona sedang menghadapi masalah keuangan yang sangat berat, Barca diketahui sedang terlibat dengan hutang yang sangat besar sehingga mereka terpaksa harus melepas pemain bintangnya Lionel Messi.

 

Meski dalam keadaan keuangan yang sulit, Barcelona dikabarkan sempat mencoba untuk mendatangkan Ferran Torres dari Manchester City.

Karena kondisi keuangan yang sulit tersebut membuat Barcelona hanya bisa merekrut pemain secara gratisan saja.Barca juga nyaris tak bisa mendaftarkan pemain barunya. Sebab kondisi keuangan mereka belum dianggap memadai untuk berkompetisi di La Liga.

Pada musim panas kemarin, Barcelona sempat mendatangkan empat pemain baru. Di antaranyaa ada Memphis Depay dan Eric Garcia.

Kini menurut laporan yang beredar ada pemain lain yang mereka idamkan. Pemain itu adalah penyerang serba bisa Manchester City, Ferran Torres menurut informasi dari Sport. Namun tentu saja Barcelona kemudian terpaksa gigit jari.

Pasalnya pendekatan mereka dengan instan langsung ditolak oleh Man City. The Citizen sendiri tampaknya menolak karena mereka belum berhasil mencari penyerang baru pada musim panas kemarin.

Sebelumnua Man City berpisah dengan Sergio Aguero. Bomber Argentina itu memilih pindah ke Barcelona. Ferran Torres tampil sebanyak 36 kali bagi Manchester City di semua ajang kompetisi. Ia berhasil menyumbangkan 13 gol dan tiga assist.

Pada musim ini Torres telah bermain sebanyak tujuh kali di semua ajang kompetisi. Ia pun sudah menghasilkan tiga buah gol, dua di antaranya di pentas Premier League.

Barcelona dikabarkan juga mengincar pemain Manchester City lainnya yaitu winger asli Inggris, Raheem Sterling. Kabarnya Barca ingin memijamnya pada Januari 2022 nanti.

Awali Musim Dengan Hasil Yang Kurang Baik, Barcelona Dinilai Sebagai Tim Dagelan

Barcelona mengawali musim ini dengan hasil yang kurang bagus.Dari lima laga, Barcelona baru menang dua kali dan tiga kali seri.Karenanya Barca dinilai sebagai tim yang tidak meyakinkan di La Liga saat ini.

 

Di laga terakhirnya Barcelona cuma bermain imbang 0-0 kontra Cadiz di lanjutan Liga Spanyol.Sementara ini Barcelona bertengger di peringkat ketujuh klasemen Liga Spanyol dengan koleksi sembilan poin. Pasukan Ronald Koeman itu tertinggal tujuh poin dari Real Madrid di puncak, dan lima poin dari juara bertahan Atletico Madrid di peringkat kedua setelah sama-sama memainkan enam laga (Barca baru lima laga).

Walau nyatanya Barcelona belum terkalahkan di Liga Spanyol, tapi tetap saja rangkaian hasil seri tidaklah mengesankan. Bukan cuma itu, produktivitas golnya juga lagi seret.

Blaugrana tercatat baru membukukan delapan gol dari lima pertandingan pertama di liga musim ini. Menurut informasi dari Opta melansir, bahwa itu merupakan jumlah gol paling sedikit Barca sejak hanya mencetak lima gol di 2003/04.

Keadaan tersebut membuat media-media Spanyol melempar sindiran tajam ke Barcelona. Marca salah satunya, yang menulis judul artikel ‘This Barcelona are a joke’!

Marca menulis, kalau Barcelona begitu sulit menjebol gawang lawan. Kreativitas Blaugrana nihil, walau Memphis Depay sempat mengejutkan di pertandingan-pertandingan awal.

Blaugrana sebenarnya masih mampu bermain dengan mendominasi lawan. Di laga kontra Cadiz saja, Barcelona mencatatkan total 636 operan (dengan 10 pemain setelah Frenkie de Jong diganjar kartu merah pada menit ke-65), berbanding 280 operan oleh Cadiz.

Kedepannya Barcelona akan menjalani jadwal yang padat. Pasukan Ronald Koeman dinanti Levante pada Minggu (26) dan Benfica di Liga Champions, Kamis (30/9).

Xavi Hernandez Cocok Gantikan Ronald Koeman Latih Barcelona

Xavi Hernandez Anggap Kemenangan Madrid Atas PSG Tidak Adil

Barcelona meraih hasil yang kurang baik dalam awal musim ini, karenanya posisi Ronald Koeman sebagai pelatih menjadi terancam. Kini muncul tagar #KoemanOUT menggema di media sosial usai hasil mengecewakan Barcelona di markas Cadiz, Jumat (24/9/2021) dini hari WIB.

Dalam laga tersebut Barcelona dan tim tuan rumah Cadiz tidak menghasilkan gol, dan laga berakhir dengan skor 0-0.Laga tersebut diwarnai kartu merah Frenkie de Jong, serta pengusiran Koeman.

Menurut kabar yang beredar, Barcelona kabarnya tengah mencari pelatih baru menggantikan Ronald Koeman. Xavi Hernandez dianggap paling cocok untuk menangani Blaugrana saat ini.

Ronald Koeman menjadi sasaran kambing hitam atas jebloknya performa Barcelona. Banyak dari pendukung meminta juru taktik 58 tahun itu segera didepak dan diputus kontraknya lebih cepat.

Para penggemar Barcelona tidak puas dengan performa yang ditunjukkan tim. Blaugrana sudah puasa kemenangan dalam tiga laga terakhir, serta tertahan di urutan ketujuh klasemen dengan 9 poin, tertinggal 7 angka dari Real Madrid di posisi puncak.

Kubu Barcelona diklaim mulai bersiap mencopot Koeman dari jabatannya. Sejumlah nama calon pelatih anyar tim mencuat, mulai Roberto Martinez hingga Xavi Hernandez.

Martinez telah menanggapi isu ini dan menegaskan posisinya untuk tidak mengomentari situasi klub asal Catalunya tersebut. Adapun Xavi belum berbicara soal itu dan masih fokus membesut klub Qatar, Al Sadd.

Mencuatnya nama Xavi sebagai calon pelatih anyar Barcelona mendapat respon positif dari Andres Iniesta. Dia menilai mantan tandem duetnya itu paham banget Los Cules dan bakal kembali ke Camp Nou dengan status entrenador.

“Saya pikir [dia siap], ya. Jika anda bertanya kepada saya apakah saya membayangkan Xavi di bangku cadangan Barca,” kata Andres Iniesta kepada SPORT, dilansir dari Daily Star.

“Dia telah mempersiapkan diri dan berlatih untuk membesut Barca. Dia memiliki kepercayaan diri buat menghadapi tantangan ini,” ujarnya soal Xavi Hernandez.

Masih Saja Jelek, Barcelona Akan Pecat Koeman

Barcelona mengalami awal musim yang buruk, dalam laga terakhirnya saat konta Cadiz mereka berakhir dengan skor seri. Dengan hasil imbang melawan Cadiz di dini hari tadi, El Blaugrana belum meraih satupun kemenangan di bulan September ini.

 

Kabar terbaru melaporkan bahwa presiden Barcelona, Joan Laporta dilaporkan memberikan ultimatum kepada Ronald Koeman. Presiden Barcelona itu mengindikasikan ia tidak akan segan-segan memecat Koeman jika El Blaugrana terus terperosok.

Laporta mengindikasikan bahwa rumor Koeman akan dipecat tersebut benar adanya.

“Kami di sini bertugas untuk mengurus klub ini,” ujar Laporta kepada El Chringuito.

Laporta menegaskan bahwa saat ini ia masih percaya penuh pada Koeman. Namun jika kondisi Barcelona tidak kunjung membaik maka ia tidak segan-segan memecatnya.

“Kami mendukung penuh pelatih kami. Koeman adalah pelatih tim utama Barcelona dan kami selalu ingin apa yang ia lakukan berakhir dengan baik,”

“Semua pelatih dinilai dari hasil dan di Barcelona setiap pelatih dinilai di setiap pertandingan. Namun Koeman tetap pelatih kami dan kami mendukung penuh ia,”

Laporta menegaskan tidak akan sungkan memecat Koeman jika kondisi Barcelona terus menerus terpuruk.

“Sebelum kami membuat sebuah keputusan, kami harus memepertimbangkan banyak aspek dari informasi-informasi yang kami dapatkan,”

“Kami tidak takut untuk mengambil keputusan apapun. Jika memang kami diburu waktu, maka kami siap mengambil keputusan itu,” ujarnya.

Koeman berharap bisa membenahi performa Barcelona di akhir pekan nanti.Pada hari Minggu (26/9) El Blaugrana dijadwalkan akan menghadapi Levante.

Andrea Pirlo Tidak Akan Gantikan Koeman Karena Belum Mampu Atur Barcelona

Barcelona meraih hasil yang kurang memuaskan dalam awal musim ini, kini dikabarkan Ronald Koeman sedang berada di ujung tanduk, karena Barca masih belum meraih kemenangan.

 

Saat ini isu pemecatan terhadap Koeman mulai santer terdengar. Ada beberapa nama manajer yang digosipkan akan jadi penggantinya, salah satunya adalah Andrea Pirlo.

Menurut pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano membeberkan informasi baru mengenai perburuan manajer baru Barcelona. Ia memastikan bahwa El Blaugrana tidak mencoba untuk mendatangkan Andrea Pirlo ke Camp Nou.

Romano mengklaim bahwa kabar Pirlo ke Barcelona itu tidak benar. Karena Barcelona sama sekali tidak mempertimbangkan eks Juventus itu. Pirlo dinilai belum cocok untuk menangani tim mereka.

Manajemen Barcelona dilaporkan punya kandidat lain untuk menukangi El Blaugrana karenanya tidak ada kontak sama sekali antara manajemen Barcelona dan Pirlo dalam beberapa hari terakhir.

Romano juga membeberkan bahwa manajemen Barcelona sudah mulai kehabisan kesabaran dengan Koeman. Mereka tidak ingin Barcelona lebih terpuruk dari sekarang.Untuk saat ini menurut Romano, manajemen Barcelona belum mengambil keputusan untuk memecat Koeman.

Solskjaer Kesal, MU Tak Dapat Penalti Lawan West Ham

Ole

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengeluhkan timnya yang kembali tak dapat penalti ketika melawan West Ham United. Terkini, hal itu terjadi di putaran tiga Piala Liga Inggris, Kamis (23/9) dini hari WIB tadi.

Sebelumnya Setan Merah dirugikan oleh wasit Martin Atkinson saat Cristiano Ronaldo dilanggar Kurt Zouma di dalam kotak terlarang dalam lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan kemarin, dengan Setan Merah waktu itu mampu mengamankan kemenangan 2-1 meski The Hammers sempat memiliki penalti di menit akhir yang kemudian gagal dieksekusi oleh Mark Noble.

Adapun di pertemuan yang berlangsung di Old Trafford semalam, tim tuan rumah sempat meminta penalti ketika Jesse Lingard ditarik bajunya oleh Noble di sekitar kotak, namun wasit Jonathan Moss kali ini juga tidak mengindahkannya.

United sendiri akhirnya kalah dengan skor tipis 1-0 melalui gol semata wayang Manuel Lanzini di menit kesembilan, dan ini menjadi kekalahan kandang pertama bagi The Red Devils musim ini setelah memenangkan dua laga pertamanya.

Seusai bubaran kepada Sky Sports, Ole membahas insiden yang melibatkan Lingard dan Noble. Ia mengatakan: “Saya lebih memilih untuk tidak terlalu banyak mengomentari itu . . .  . . . namun itu lagi-lagi adalah penalti terhadap Jesse Lingard.”

Ole di sisi lain enggan menyalahkan pemain lapis keduanya yang dirasa sudah mengerahkan kekuatan maksimal di pertandingan melawan West Ham.

“Anda jelas ingin lolos [di kompetisi ini] namun ini adalah musim yang panjang, kami sudah memberikan yang terbaik, tak bisa menyalahkan sikap mereka dan kami memiliki sejumlah laga besar ke depannya,” lanjut Ole.

“Musim ini adalah perjalanan yang panjang. Kami punya banyak pertandingan dan akan terus melakukan yang kami lakukan, mencoba meraih hasil.

“Kami memang tersingkir dari kompetisi ini, dan itu bukan hal yang bagus, namun kami akan fokus pada Sabtu [melawan Aston Villa].” pungkasnya.

Arsenal vs AFC Wimbledon 3-0 Carabao Cup 2021/22

Pada putaran ke-3 Carabao Cup 2021/22, Kamis (23/9/2021) dini hari. Arsenal berhasil memenangkan laga melawan AFC Wimbledon dengan skor telak 3-0.

 

Pada menit ke-10 terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Nesta Guinness-Walker terhadap Gabriel Martinelli membuat wasit menunjuk titik putih dan memberikan hadiah penalti kepada Arsenal.

Dipercaya sebagai eksekutor Alexandre Lacazette tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa Arsenal unggul lebih dulu. Pemain asal Prancis tersebut berhasil mengecoh Nikola Tzanev untuk mengubah kedudukan jadi 1-0.

Arsenal menunggu hingga menit ke-36 untuk mendapatkan peluang emas berikutnya. Martinelli berhasil melewati kiper, namun jalur tembaknya dihalau pemain Wimbledon. Bola diberikan kepada Cedric Soares yang melepaskan tembakan, sayangnya gagal menghasilkan gol kedua.Babak pertama berakhir dengan keunggulan Arsenal 1-0.

Pada babak kedua Arsenal dan Wimbledon bermain dengan tenang. Tidak banyak peluang tercipta di awal permainan, di mana kedua tim masih mencari cara untuk membongkar lini pertahan agar bisa menghasilkan gol.

Pada menit ke-64, Arsenal nyaris menggandakan skor usai Martinelli mengirimkan umpan silang ke arah tiang jauh, di mana Nuno Tavares menanti tanpa pengawalan namun sundulannya membuat bola membentur tiang gawang.

Pada menit ke-77 akhrinya Arsenal mengubah skor jadi 2-0 . Lacazette kembali berkontribusi, namun kali ini dalam bentuk asis untuk Emile Smith Rowe yang dimasukkan Mikel Arteta menggantikan Thomas Partey.

Arsenal kembali menyarangkan bola ke gawang AFC Wimbledon untuk menambah keunggulannya menjadi 3-0. Kali ini gol datang dari Edward Nketiah, memanfaatkan asis dari Cedric Soares.

Dengan waktu yang tersisa peluang Wimbledon untuk mengurangi selisih skor menjadi sangat tipis mengingat sedikitnya waktu yang tersisa. Skor 3-0 bertahan sampai wasit membunyikan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. The Gunners berhasil melaju ke putaran keempat.

Susunan Pemain
Arsenal (4-3-3): Bernd Leno; Cedric Soares, Rob Holding, Pablo Mari, Nuno Tavares; Ainsley Maitland-Niles, Thomas Partey (Emile Smith Rowe 60′), Albert Sambi Lokonga; Gabriel Martinelli (Bukayo Saka 76′), Alexandre Lacazette, Eddie Nketiah (Folarin Balogun 83′).

AFC Wimbledon (4-2-3-1): Nikola Tzanev; Henry Lawrence, Ben Heneghan, Will Nightingale, Nesta Guinness-Walker; Alex Woodyard, Anthony Hartigan; Jack Rudoni (Ethan Chislett 69′), Ayoub Assal, Luke McCormick (Dapo Mebude 60′); Ollie Palmer (Aaron Presley 54′).

Manchester United vs West Ham 0-1 Carabao Cup 2021/22

Sebagai tuan rumah dalam ajang Carabao Cup di Old Trafford, Manchester United harus mengakhiri perjalanannya dalam ajang tersebut karena harus kalah dengan skore ketat 0-1 dari West Ham di markasnya sendiri pada Kamis (23/9/2021) dini hari WIB.

 

Meski MU tampil menekan sejak awal pertandingan namun tekanan yang dilakukan tak mampu membuat MU unggul cepat.Mereka justru kebobolan ketika pertandingan memasuki menit ke-9. Manuel Lanzini menjebol gawang Dean Henderson dengan memanfaatkan umpan Ryan Fredericks yang berbelok usai menyentuh kaki Alex Telles. 1-0.

Keadaan tertinggal tidak membuat Manchester United gentar dan terus mendominasi pertandingan. Selang empat menit setelah gol Lanzini, the Red Devils nyaris menyamakan skor lewat aksi Juan Mata, yang tembakannya membentur tiang.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemain Manchester United namun tidak kunjung memberikan hasil. Babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis West Ham 1-0.

Pada babak kedua, Manchester United masih mendominasi. Kendati demikian, rapatnya pertahanan West Ham membuat Anthony Martial dkk kesulitan untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Pada menit ke-63, Manchester United mendapatkan peluang emas dari Mason Greenwood yang berada di jarak tembak usai menerima operan Donny van de Beek. Sayangnya, sepakannya masih bisa dihentikan dengan baik oleh Alphonse Areola.

Pada menit ke-81,Setan Merah menyerbu pertahanan West Ham lewat serangan balik. Bola berakhir di kaki Mason Greenwood yang tanpa segan melepaskan tembakan, untungnya bisa dihalau Areola.

Menjelang berakhirnya laga West Ham nyaris mencetak gol kedua ada dua peluang emas yang datang dari Jarred Bowen dan Andriy Yarmolenko seharusnya bisa menjadi gol kalau bukan karena dihadang Dean Henderson dan tiang gawang.

Usaha Setan Merah untuk menyamakan kedudukan tidak membuahkan hasil. Laga berakhir dengan skor 1-0 kemenangan untuk West Ham yang menjadi akhir dari pertandingan.

Susunan Pemain
Manchester United (4-3-3): Dean Henderson; Diogo Dalot, Eric Bailly, Victor Lindelof, Alex Telles (Anthony Elanga 73′); Nemanja Matic, Donny van de Beek, Juan Mata (Mason Greenwood 62′); Jesse Lingard (Bruno Fernandes 72′), Anthony Martial, Jadon Sancho.

West Ham (4-2-3-1): Alphonse Areola; Ryan Fredericks (Vladimir Coufal 17′), Issa Diop, Craig Dawson, Ben Johnson; Mark Noble, Alex Kral; Andriy Yarmolenko, Manuel Lanzini (Pablo Fornals 69′), Arthur Masuaku (Nikola Vlasic 69′); Jarrod Bowen.

Chelsea vs Aston Villa Adu Penalti 4-3 Di Laga Carabao Cup 2021/22

Putaran ketiga Carabao Cup 2021/22, Kamis (23/9/2021) mempertemukan Chelsea dengan Aston Villa. Jalannya laga tersebut berlangsung dengan sangat seru.Hasil seri dalam waktu normal membawa kedua tim untuk menentukan pemenang dalam adu penalti. Chelsea keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 4-3.

 

Sejak laga dimulai pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge tersebut berjalan sangat ketat. Chelsea dominan, tapi terlalu banyak membuang peluang.

The Blues unggul terlebih dahulu lewat aksi Timo Werner di menit ke-54. Villa menyamakan kedudukan 10 menit berselang melalui Cameron Archer.

Hingga waktu normal berakhir tidak ada gol tambahan dari kedua tim. Laga akhirnya dilanjutkan ke adu penalti, dua penendang Villa gagal, hanya satu penendang Chelsea yang gagal.

Sejak awal laga Chelsea menguasai bola namun Villa bertahan dengan sangat baik. 10 menit berlalu, pasukan Thomas Tuchel mulai lebih nyaman membawa bola

Hingga memasuki menit ke-20, kedua kiper belum banyak bekerja. Pertandingan terkunci, Chelsea dan Aston Villa bergantian mencoba menyerang.

Mulai ada beberapa peluang matang untuk Chelsea menjelang menit ke-30. Ziyech menguji kemampuan kiper lawan di menit ke-37.

Villa nyaris pencetak gol dengan peluang matang di menit ke-44, tapi James masih bisa membuang bola yang tinggal melewati garis. Tidak ada gol di 45 menit pertama.

Chelsea akhirnya membka keunggulan di menit ke-54. Umpan James melambung sempurna ke kotak penalti, Werner menyambutnya dengan sundulan keras.Chelsea unggul 1-0 dari Villa.

Menit ke-64 ,Villa menyamakan kedudukan. Lini belakang Chelsea lengah. Umpan silang Cash disambut sundulan Archer yang tak terkawal.Akhirnya kedua tim memiliki skor yang sama Chelslea 1-1 Villa.

Jual-beli serangan terus terjadi hingga akhir laga, tapi tidak ada gol tambahan. Skor 1-1 memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Berikut ini rincian dari adu penalti:
Gol- Anwar El Ghazi (0-1)
Gol- Romelu Lukaku (1-1)
Gagal- Ashley Young (1-1)
Gol- Mason Mount (2-1)
Gagal- Nakamba (2-1)
Gol-Ross Barkley (3-1)
Gol- Ezri Konsa (3-2)
Gagal- Ben Chilwell (3-2)
Gol- Buendia (3-3)
Gol- Reece James (4-3)

Berkat hasil adu penalti tersebut Chelsea berhak melaju ke babak selanjutnya usai memenangi laga kali ini dengan skor penalti 4-3. T

Susunan pemain
Chelsea (4-3-3): Kepa Arrizabalaga; Reece James, Trevoh Chalobah, Malang Sarr, Ben Chilwell’ Ruben Loftus-Cheek, N’Golo Kante (46′ Mason Mount), Saul Niguez (76′ Romelu Lukaku); Callum Hudson-Odoi, Timo Werner, Hakim Ziyech (76′ Ross Barkley).

Aston Villa (4-2-3-1): Jed Steer, Matty Cash (77′ Ezri Konsa), Axel Tuanzebe, Kortney Hause, Ashley Young; Marvelous Nakamba, Morgan Sanson (42′ Carney Chukwuemeka); Bertrand Traore (64′ Jaden Philogene-Bidace), Emiliano Buendia, Anwar El Ghazi; Cameron Archer.

Penyebab Martin Odegaard Sering Dipinjamkan Real Madrid

Martin Odegaard resmi didatangkan oleh Real Madrid dari klub Norwegia, Stromsgodset pada jendela transfer musim dingin 2015 dengan biaya transfer sebesar 2,8 juta euro (sekitar Rp46 miliar). Mengingat potensi besar yang dimilikinya pada saat itu membuatnya digadang-gadang sukses bersama El Real di masa depan.

Penampilan perdana pemain asal Norwegia tersebut bersama tim senior Madrid terjadi pada 23 Mei 2015 ketika usianya baru menginjak 16 tahun dalam kemenangan 7-3 atas Getafe di Liga Spanyol.Namun, sesudahnya Odegaard justru menjadi pesakitan dan menghabiskan waktunya bermain di Real Madrid Castilla.

Laga kontra Getafe di Liga Spanyol menjadi yang pertama dan terakhir kalinya dirinya bisa bermain bersama dengan tim senior Real Madrid . Dirinya berakhir dengan lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai pinjaman.

Pada Januari 2017, dia dipinjamkan ke klub Liga Belanda, Heerenveen.Peminjamannya berlangsung sampai kompetisi 2017-2018 berakhir.Di Vitesse, Odegaard tampil apik dengan membukukan 9 gol dan 12 assist di Liga Belanda.

Odegaard kembali menjadi pemain pinjaman menjelang musim 2019-2020 dirinya dilepas ke klub Liga Spanyol, Real Sociedad.

Odegaard justru tampil menjanjikan bersama Sociedad,dirinya menghasilkan 7 gol dan 9 assist dari 36 penampilan di semua kompetisi.

Di usianya yang menginjak usia 22 tahun,Arsenal lantas datang dengan proposal peminjaman pada bursa transfer musim dingin 2021.Odegaard bergabung ke Arsenal selama setengah musim pada musim 2021-2022.

Pada akhirnya di bursa transfer musim panas 2021, Arsenal memutuskan untuk mempermanenkan status Odegaard dengan menebus sang pemain senilai 35 juta euro (sekitar Rp586 miliar).

Dengan kepindahannya ke Arsenal secara permanen mengundang tanda tanya besar,apakah ada yang salah dengan Odegaard di Santiago Bernabeu menginngat talenta yang dimiliki oleh Odegaard dinilai bisa bersaing dengan para pemain utama Madrid yang kini dibesut oleh Carlo Ancelotti.

Eks pelatih Madrid, Santiago Solari, mencoba memberikan pandangannya terkait situasi yang dialami Odegaard.

“Odegaard tiba di Madrid sangat muda, pada usia 15 atau 16 tahun,” kata Solari yang dikutip dari Marca.

“Itu sulit baginya karena dia ingin berlatih dengan tim utama, sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang seusianya.”

“Dia adalah pemain berbakat, tentu saja, tetapi kadang-kadang lebih mudah bagi mereka untuk memulai dengan pemain sebayanya daripada dengan tim utama.”

“Anda belajar hal yang berbeda karena Anda bersama tim utama dan Anda belajar dari yang terbaik.”

“Namun, berkali-kali, dia harus bermain dengan Castilla. Ini rumit karena dia tidak berlatih dengan para pemain itu sepanjang waktu,” ujar Solari .