Arsenal vs AFC Wimbledon 3-0 Carabao Cup 2021/22

Pada putaran ke-3 Carabao Cup 2021/22, Kamis (23/9/2021) dini hari. Arsenal berhasil memenangkan laga melawan AFC Wimbledon dengan skor telak 3-0.

 

Pada menit ke-10 terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Nesta Guinness-Walker terhadap Gabriel Martinelli membuat wasit menunjuk titik putih dan memberikan hadiah penalti kepada Arsenal.

Dipercaya sebagai eksekutor Alexandre Lacazette tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa Arsenal unggul lebih dulu. Pemain asal Prancis tersebut berhasil mengecoh Nikola Tzanev untuk mengubah kedudukan jadi 1-0.

Arsenal menunggu hingga menit ke-36 untuk mendapatkan peluang emas berikutnya. Martinelli berhasil melewati kiper, namun jalur tembaknya dihalau pemain Wimbledon. Bola diberikan kepada Cedric Soares yang melepaskan tembakan, sayangnya gagal menghasilkan gol kedua.Babak pertama berakhir dengan keunggulan Arsenal 1-0.

Pada babak kedua Arsenal dan Wimbledon bermain dengan tenang. Tidak banyak peluang tercipta di awal permainan, di mana kedua tim masih mencari cara untuk membongkar lini pertahan agar bisa menghasilkan gol.

Pada menit ke-64, Arsenal nyaris menggandakan skor usai Martinelli mengirimkan umpan silang ke arah tiang jauh, di mana Nuno Tavares menanti tanpa pengawalan namun sundulannya membuat bola membentur tiang gawang.

Pada menit ke-77 akhrinya Arsenal mengubah skor jadi 2-0 . Lacazette kembali berkontribusi, namun kali ini dalam bentuk asis untuk Emile Smith Rowe yang dimasukkan Mikel Arteta menggantikan Thomas Partey.

Arsenal kembali menyarangkan bola ke gawang AFC Wimbledon untuk menambah keunggulannya menjadi 3-0. Kali ini gol datang dari Edward Nketiah, memanfaatkan asis dari Cedric Soares.

Dengan waktu yang tersisa peluang Wimbledon untuk mengurangi selisih skor menjadi sangat tipis mengingat sedikitnya waktu yang tersisa. Skor 3-0 bertahan sampai wasit membunyikan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. The Gunners berhasil melaju ke putaran keempat.

Susunan Pemain
Arsenal (4-3-3): Bernd Leno; Cedric Soares, Rob Holding, Pablo Mari, Nuno Tavares; Ainsley Maitland-Niles, Thomas Partey (Emile Smith Rowe 60′), Albert Sambi Lokonga; Gabriel Martinelli (Bukayo Saka 76′), Alexandre Lacazette, Eddie Nketiah (Folarin Balogun 83′).

AFC Wimbledon (4-2-3-1): Nikola Tzanev; Henry Lawrence, Ben Heneghan, Will Nightingale, Nesta Guinness-Walker; Alex Woodyard, Anthony Hartigan; Jack Rudoni (Ethan Chislett 69′), Ayoub Assal, Luke McCormick (Dapo Mebude 60′); Ollie Palmer (Aaron Presley 54′).

Penyebab Martin Odegaard Sering Dipinjamkan Real Madrid

Martin Odegaard resmi didatangkan oleh Real Madrid dari klub Norwegia, Stromsgodset pada jendela transfer musim dingin 2015 dengan biaya transfer sebesar 2,8 juta euro (sekitar Rp46 miliar). Mengingat potensi besar yang dimilikinya pada saat itu membuatnya digadang-gadang sukses bersama El Real di masa depan.

Penampilan perdana pemain asal Norwegia tersebut bersama tim senior Madrid terjadi pada 23 Mei 2015 ketika usianya baru menginjak 16 tahun dalam kemenangan 7-3 atas Getafe di Liga Spanyol.Namun, sesudahnya Odegaard justru menjadi pesakitan dan menghabiskan waktunya bermain di Real Madrid Castilla.

Laga kontra Getafe di Liga Spanyol menjadi yang pertama dan terakhir kalinya dirinya bisa bermain bersama dengan tim senior Real Madrid . Dirinya berakhir dengan lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai pinjaman.

Pada Januari 2017, dia dipinjamkan ke klub Liga Belanda, Heerenveen.Peminjamannya berlangsung sampai kompetisi 2017-2018 berakhir.Di Vitesse, Odegaard tampil apik dengan membukukan 9 gol dan 12 assist di Liga Belanda.

Odegaard kembali menjadi pemain pinjaman menjelang musim 2019-2020 dirinya dilepas ke klub Liga Spanyol, Real Sociedad.

Odegaard justru tampil menjanjikan bersama Sociedad,dirinya menghasilkan 7 gol dan 9 assist dari 36 penampilan di semua kompetisi.

Di usianya yang menginjak usia 22 tahun,Arsenal lantas datang dengan proposal peminjaman pada bursa transfer musim dingin 2021.Odegaard bergabung ke Arsenal selama setengah musim pada musim 2021-2022.

Pada akhirnya di bursa transfer musim panas 2021, Arsenal memutuskan untuk mempermanenkan status Odegaard dengan menebus sang pemain senilai 35 juta euro (sekitar Rp586 miliar).

Dengan kepindahannya ke Arsenal secara permanen mengundang tanda tanya besar,apakah ada yang salah dengan Odegaard di Santiago Bernabeu menginngat talenta yang dimiliki oleh Odegaard dinilai bisa bersaing dengan para pemain utama Madrid yang kini dibesut oleh Carlo Ancelotti.

Eks pelatih Madrid, Santiago Solari, mencoba memberikan pandangannya terkait situasi yang dialami Odegaard.

“Odegaard tiba di Madrid sangat muda, pada usia 15 atau 16 tahun,” kata Solari yang dikutip dari Marca.

“Itu sulit baginya karena dia ingin berlatih dengan tim utama, sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang seusianya.”

“Dia adalah pemain berbakat, tentu saja, tetapi kadang-kadang lebih mudah bagi mereka untuk memulai dengan pemain sebayanya daripada dengan tim utama.”

“Anda belajar hal yang berbeda karena Anda bersama tim utama dan Anda belajar dari yang terbaik.”

“Namun, berkali-kali, dia harus bermain dengan Castilla. Ini rumit karena dia tidak berlatih dengan para pemain itu sepanjang waktu,” ujar Solari .

Setelah Gagal ke Inter Milan, Hector Bellerin Mudik ke Barcelona

Ada sebuah rumor baru tentang masa depan Hector Bellerin. Pemain belakang Arsenal itu kini merencanakan untuk pindah ke Barcelona di musim panas ini.

Bek asal Spanyol itu dilaporkan ingin cabut dari Arsenal di musim panas ini. Setelah musim lalu ia sering dicampakkan oleh Mikel Arteta di tim The Gunners.

Bellerin pada awalnya digosipkan akan bergabung dengan Inter Milan. Namun transfer ini dipastikan gagal karena Inter sudah mengunci transfer Denzel Dumfries.

Menukil The Athletic, Bellerin kini mengarahkan radarnya ke Spanyol. Ia berencana untuk bergabung dengan Barcelona. Menurut laporan itu, Inter Milan bukan satu-satunya tim yang menghubungi Bellerin di musim panas ini. Barcelona dilaporkan juga menghubungi Bellerin. Mereka butuh tambahan bek kanan di tim mereka.

Itulah mengapa Bellerin dinilai tepat untuk mengisi pos itu karena rekam jejaknya yang apik di Arsenal. Laporan itu mengklaim bahwa Bellerin benar-benar serius  untuk pindah ke Barcelona. Sebagai mantan didikan La Masia, Bellerin punya hasrat untuk kembali ke Barcelona. Sehingga ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk pulang ke klub masa kecilnya itu.

Bellerin bahkan dilaporkan siap meneirma potongan gaji demi bisa bergabung dengan Barcelona di musim panas ini. Arsenal sendiri dilaporkan sudah siap melepas Bellerin di musim panas ini. Sang bek kabarnya bakal dijual sekitar 25 juta Euro di musim panas ini.

Toni Kroos Cedera, Kesempatan Buat Odegaard Tampil

Real Madrid reportedly name their price to Arsenal for Martin Odegaard

Real Madrid mendapatkan pukulan telak menjelang pekan pembukaan La Liga 2021/22. Salah satu pemain pentingnya, Toni Kross, harus menepi dari lapangan akibat cedera. Klub berjuluk Los Merengues itu masih menyisakan satu pertandingan uji coba sebelum memasuki musim 2021/22. Di mana AC Milan akan bertindak sebagai lawannya di Worthersee Stadion pada Minggu (8/7/2021) mendatang.

Pertandingan pertama Real Madrid di La Liga musim 2021/22 diadakan satu pekan setelahnya. Tepatnya pada hari Minggu (15/8/2021), mereka akan berkunjung ke Mendizorroza untuk menghadapi Alaves. Sayangnya, mereka akan menjalani pertandingan itu dalam keadaan pincang. Karena Toni Kroos dipastikan absen karena mengalami cedera yang cukup serius belum lama ini.

Dilansir dari Marca, Toni Kroos diketahui mengalami cedera pada pangkal paha. Sebenarnya ini bukan masalah baru, di mana pemain berkebangsaan Jerman itu mengalami sederet masalah serupa di musim 2020/21 kemarin. Yang pasti, cedera ini membuat Kroos harus menepi cukup lama. Marca memprediksi kalau cedera kali ini akan memaksa Kroos absen selama satu bulan ke depan.

“Setelah melakukan tes kepada pemain kami, Toni Kroos, dia sudah didiagnosa dengan pubalgia dan sedang menunggu hasil evaluasi,” begitu pernyataan klub terkait cedera Toni Kroos.

Cederanya Toni Kroos menjadi kabar buruk buat Real Madrid, tapi tidak dengan Martin Odegaard. Seperti yang diketahui, Odegaard sedang berada di ambang pintu keluar Santiago Bernabeu karena ingin mencari kesempatan bermain lebih di klub lain.

Beberapa laporan mengatakan kalau Odegaard masuk dalam rencana Madrid untuk musim depan. Tapi sang pelatih, Carlo Ancelotti, belum berani mengutak-atik trio Toni Kroos, Casemiro dan Luka Modric di lini tengahnya.

Cederanya Kroos tentu memberikan secercah harapan kepada Odegaard. Ini membuka kesempatan untuk Odegaard unjuk gigi dan bukan tidak mungkin Ancelotti jadi yakin memberi waktu istirahat yang lebih panjang buat Kroos.

Terlepas dari itu, Real Madrid mendapatkan kabar baik terkait kondisi bek barunya, David Alaba. Pemain berdarah Austria itu sudah dinyatakan pulih dari Covid-19 dan sudah ikut dalam sesi latihan reguler tim.

Ray Parlour Mengatakan Arsene Wenger Harus Terima Penghargaan Berikutnya

Ray Parlour menegaskan Arsene Wenger harus menjadi yang berikutnya untuk patung di Arsenal dan bukan Mesut Ozil. Playmaker berusia 32 tahun itu tampaknya akan mengakhiri masa tujuh setengah tahun bersama The Gunners dengan menandatangani kontrak dengan raksasa Turki Fenerbahce bulan ini. Ozil, yang berpenghasilan tertinggi Arsenal dengan £ 350.000 atau setara Rp. 6,6 miliar per minggu, tidak pernah bermain sepak bola satu menit pun sejak Maret karena dibekukan oleh Mikel Arteta. Pembawa acara talkSPORT Adrian Durham menyarankan Ozil pantas mendapatkan patung karena menjadi pemain Arsenal paling berbakat di era Emirates.

Namun, Parlour yakin Wenger harus menjadi ikon Arsenal berikutnya yang menerima penghargaan itu, karena tidak ada pemain Arsenal yang pantas mendapatkan patung itu. Legenda The Gunners mengatakan pada talkSPORT Breakfast hari Jumat: “Dia [Ozil] adalah pemain yang sangat bertalenta, tetapi konsistensi tidak ada untuknya.” Jika Anda kembali ke beberapa peluang di mana dia bermain di pertandingan besar dan Anda perlu melakukannya bersinar sebagai pemimpin dan dia tidak. Dia seperti hilang dalam permainan.

Tapi patung? Mereka benar-benar mendapatkan tiga yang tepat saat ini. Ada Thierry Henry, Dennis Bergkamp, ​​dan Tony Adams. Patung berikutnya yang naik di Arsenal seharusnya adalah Arsene Wenger. Itu patung berikutnya. Saya tidak akan melihat pemain mana pun saat ini yang pantas mendapatkan patung.

Saya akan kembali ke kemungkinan Cesc Fabregas adalah pemain yang lebih baik daripada Ozil dengan apa yang dia capai di Arsenal. Kemudian Anda melihat Aaron Ramsey sebelum dia pergi, dia ingin tetap tinggal, tetapi mereka tidak bisa menyetujui kesepakatan. Jack Wilshere ketika dia di Arsenal, Santi Cazorla, betapa hebatnya dia, Anda lihat karir yang dia miliki di Arsenal. Sementara menjuluki Ozil sebagai ‘kelas atas’, Parlour melihat Bukayo Saka sebagai pemain Arsenal berikutnya yang dihormati dengan patung jika dia memiliki ‘sepuluh tahun hebat’ di klub.

Sumber : talksport.com.