Kapten Barcelona yang Bermasalah

Gerard Piqué: 'After the comeback it would be great to go on and win the  Champions

Tindakan dan ucapan Gerard Pique sebagai kapten Barcelona mulai mendapatkan kritik besar. Pique tampak lebih mengutamakan kepentingan pribadinya. Perkembangan karier Pique di Barca cukup menarik. Dia pernah jadi partner Carles Puyol, lalu menjadi salah satu sosok penting dalam citra klub.

Di lapangan, Pique masih layak disebut sebagai salah satu bek terbaik, tapi performanya mulai tidak konsisten. Performa Pique kontra Bayern dan Atletico beberapa pekan terakhir terbilang buruk.

Masalahnya, menurut Sport, kualitas Pique sebagai kapten menimbulkan keraguan berlebih di ruang ganti Barcelona. Apa yang terjadi?

Jadi bos besar

Menurut Sport, Pique tampak terlalu nyaman dengan statusnya sebagia kapten. Dia merasa berkuasa di ruang ganti, meski tentu dia juga mendapatkan kritik lebih.

Sikap Pique sudah dikritik sejak musim panas lalu, ketika dia tidak segera memangkas gaji untuk klub. Pique adalah salah satu pemain senior, tentu setiap tindakannya akan jadi contoh pemain lain.

Pique sempat beberapa kali menolak tawaran jadi kapten, kini dia jadi salah satu pemegang ban kapten yang tampak kurang mengutamakan tim.

Terkadanng Pique bicara ke publik dalam urusan komersial. Terakdang dia membela Puig dan Umtiti, dua pemain yang berada di bawah satu agen dengannya.

Tidak dekat dengan pelatih dan klub

Lebih lanjut, Pique juga tidak menjalin hubungan dekat dengan Ronald Koeman sebagai pelatih. Dia tidak pernah menunjukkan dukungannya kepada Koeman di depan publik.

Koeman tampaknya memahami sikap pemberontakan Pique. Dia menarik Pique keluar dalam duel kontra Benfica. Diduga, Koeman tahu bahwa Pique bisa memulai gerakan untuk mengusirnya dari Barca.

Kini, Pique dipandang sebagai salah satu sosok berkuasa di ruang ganti Barca. Masalahnya, tindakan dan sikap Pique tampak tidak selalu mengutamakan klub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *