Jenazah Ditarik dari Lokasi Kecelakan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Jenazah manusia dan puing-puing pesawat telah ditarik dari lokasi kecelakaan sebuah jet penumpang Indonesia yang jatuh ke laut beberapa menit setelah lepas landas pada hari Sabtu, dengan 62 orang di dalamnya.

Penerbangan Sriwijaya Air 182 Boeing 737-500 sedang menuju dari Jakarta ke kota Pontianak, disisi Kalimantan, Indonesia, ketika kehilangan kontak pada 14:40. waktu setempat (2:40 a.m. ET), 11 mil laut di sebelah utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Empat menit setelah penerbangan, dan di tengah hujan lebat, pesawat jatuh 10.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit sebelum menghilang dari radar, menurut layanan pelacakan penerbangan global Flightradar24. Lima kantong jenazah yang berisi korban kecelakaan yang ditemukan oleh Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) sejauh ini telah diserahkan ke unit investigasi korban bencana di Jakarta untuk diidentifikasi, menurut koordinator misi Rasman MS. Sepuluh tas berisi puing-puing dan puing-puing dari pesawat kini telah diserahkan ke penyelidik kecelakaan udara yang berbasis di Jakarta, katanya. Penyelam Angkatan Laut Indonesia pada hari Minggu menemukan puing-puing dari penerbangan SJ-182 setelah menemukan sinyal dari badan pesawat. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan yakin TNI AL telah menemukan badan pesawat.

Sebuah pos komando yang didirikan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati di Jakarta untuk mengidentifikasi korban kecelakaan dan mencari anggota keluarga sedang bekerja untuk mengidentifikasi jenazah, kata Tjahjanto. Fokus pencariannya ada di antara Pulau Laki dan Lancang yang dikenal sebagai rangkaian Kepulauan Seribu, sekitar 20 mil barat laut Jakarta. Sebanyak 28 kapal, lima helikopter dan dua pesawat telah dikerahkan dalam upaya bersama antara TNI AL, Polri, Penjaga Pantai, dan Kementerian Perhubungan. Pejabat TNI AL Abdul Rasyid mengatakan TNI AL telah memberangkatkan 10 kapal ke perairan sekitar Pulau Laki dan Panglima TNI akan mengunjungi daerah pencarian pada Minggu pagi. Pada hari Sabtu, Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) mengatakan telah menemukan beberapa puing yang diyakini berasal dari pesawat yang hilang, tetapi cuaca buruk dan jarak pandang yang buruk telah menghambat pencarian dalam semalam. Lokasi jatuhnya pesawat telah dikonfirmasi pada Minggu pagi oleh TNI AL dan penyelam AL dikerahkan untuk mencari bangkai kapal.

Penyelam mengambil puing-puing dari situs yang warnanya sama dengan pesawat Sriwijaya Air, kata Marsekal Tjahjanto pada konferensi pers dari Kapal Perang John Lie. Nomor registrasi pesawat, roda dari landing gear dan pelampung juga telah ditemukan, kata Tjahjanto seraya menambahkan jarak pandang dan kondisi di dalam air bagus, dan pencarian korban terus dilakukan. Sementara itu, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah mulai menyelidiki penyebab kecelakaan itu. “Kami mengirim dua orang penyidik ​​dari Badan SAR Indonesia ke laut untuk melakukan survei lokasi. Kami perlu mencari informasi lebih lanjut mengenai lokasi tersebut, misalnya untuk menentukan perlengkapan apa yang akan kami gunakan terkait medan bawah laut yang kami miliki,” Suryanto Cahyono mengatakan kepada CNN. Penyidik ​​juga sudah dikirim ke Air Traffic Control di bandara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan ke Sriwijaya Airlines untuk mengumpulkan informasi. Pada hari Minggu, Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat untuk berdoa bagi para korban kecelakaan. “Kami akan melakukan yang terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan para korban, dan bersama-sama, mari berdoa agar mereka dapat ditemukan,” katanya di Istana Kepresidenan, menurut Reuters. “Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, kami ingin menyampaikan belasungkawa atas apa yang telah terjadi.”

Pesawat yang hilang itu membawa 50 penumpang 43 orang dewasa dan 7 anak-anak serta 12 awak, menurut Menteri Perhubungan Indonesia Budi Karya Sumadi. Anggota keluarga telah berkumpul di pusat identifikasi korban di Jakarta, menunggu kabar dari orang yang mereka cintai. Sebuah keluarga beranggotakan lima orang hilang dan dikhawatirkan tewas, menurut seorang bibi dari keluarga yang berbicara kepada CNN. Keluarga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa ayah, Rizki Wahyudi yang berusia 26 tahun yang bekerja di Komisi Kehutanan Indonesia, istrinya yang berusia 26 tahun Indah Halimah Putri, putra mereka yang berusia 7 bulan, serta ibu dan ibunya. sepupunya, berada di penerbangan yang jatuh. Pasangan suami-istri Muhammad Nur Kholifatul Amin dan istrinya Agus Minarni, juga berada di dalam pesawat yang jatuh itu, menurut saudara laki-laki salah satu korban yang berbicara kepada CNN.

Sumber : cnn.com