Setelah Gagal Rekrut Flick, Barca Beralih ke Mikel Arteta

Spekulasi tentang siapa nantinya yang menjadi manajer baru Barcelona kembali berlanjut. Terbaru, tim asal Catalunya itu membidik manajer Arsenal, Mikel Arteta menjadi juru taktik mereka yang baru.

Seperti yang sudah diketahui, musim ini menjadi musim yang kurang baik bagi Barcelona. Sehingga banyak beredar kabar bahwa Koeman akan dipecat manajemen El Blaugrana di musim panas nanti.

Banyak gosip mengabarkan Barcelona sudah punya satu target, yaitu Hansi Flick. Namun eks manajer Bayern Munchen itu lebih memilih menangani Timnas Jerman di musim panas nanti.

Mundo Deportivo mengklaim bahwa Barcelona punya target lain. Mereka tertarik untuk mempekerjakan Mikel Arteta.

Apa alasan Barcelona tertarik mendatangkan Mikel Arteta? Simak ulasan berikut.

Murid Guardiola

Menurut Mundo Deportivo, pertimbangan utama Barcelona merekrut Arteta karena ia merupakan murid Josep Guardiola.

Setelah pensiun, Arteta sempat tiga tahun menjadi asisten Guardiola. Sebelum menangani Arsenal di tahun 2019 silam.

Barcelona percaya bahwa Mikel Arteta bisa mereplikasi apa yang dilakukan Guardiola di Barcelona, dan itulah mengapa mereka tertarik merekrutnya.

Peluang Terbuka

Mundo Deportivo juga mengklaim bahwa Barcelona punya kans yang besar untuk mempekerjakan Arteta di musim panas nanti.

Sang manajer saat ini terancam dipecat oleh manajemen Arsenal. Setelah ia gagal meraih satupun trofi juara dan gagal lolos ke Eropa.

Jadi Barcelona tengah menunggu situasi Arteta sebelum bergerak untuk mendapatkan jasanya.

Opsi Lain

Arteta bukan satu-satunya manajer yang masuk daftar tunggu Barcelona.

El Blaugrana juga dilaporkan tertarik mempekerjakan Roberto Martinez dan Xavi di musim panas nanti.

Atletico Madrid Juara Setelah Melalui Drama Sampai Detik Terakhir

Setelah menjalani musim yang panjang, Atletico Madrid resmi menjadi juara La Liga musim 2020/21.

Sejak awal musim, Atletico Madrid cukup diperhitungkan menjadi calon juara La Liga musim ini. Terutama setelah mereka kedatangan striker Barcelona, Luis Suarez.

Namun perjalanan Atletico Madrid untuk menjadi juara La Liga musim ini tidak berjalan mulus. Mereka harus bersaing dengan sang tetangga Real Madrid, untuk menjadi juara La Liga musim 2020/21 hingga jornada ke-38 La Liga.

Di pertandingan terakhir La Liga musim ini, tim besutan Diego Simeone berhasil mengamankan gelar juara mereka. Setelah mereka menang melawan Real Valladolid dengan skor 2-1.

Start Impresif

 Keberhasilan Atletico Madrid menjadi juara La Liga tidak terlepas dari start impresif mereka. Hingga jornada ke-12, Los Rojiblancos tidak sekalipun kalah dengan detail 10 kemenangan dan dua hasil imbang.

Namun perjalanan mereka mulai tersendat di jornada ke-13. Pada saat itu mereka kalah dari sang tetangga, Real Madrid dengan skor 2-0.

Namun pekan ke-14 Atletico kembali tancap gas hingga jornada ke-23 di mana mereka meraih sembilan kemenangan dan dua hasil imbang.

 Periode Habis Bensin
 Atletico Madrid pada saat itu unggul jauh dari Barcelona dan Real Madrid. Namun perolehan poin mereka mulai terkejar sejak bulan Februari.

Itu diawali dari hasil imbang 2-2 melawan Celta Vigo. Sejak saat itu mereka hanya meraih empat kemenangan dari 11 pertandingan La Liga.

Kans juara Atletico Madrid itu sempat nyaris sirna saat mereka kalah dari Athletic Bilbao di jornada ke-32 dan ditahan imbang Barcelona di jornada ke-35.

Alhasil perburuan gelar juara harus berlanjut hingga pekan ke-38, di mana Real Madrid berhasil memperkecil ketertinggalan poin menjadi dua poin saja.

Laga Terakhir Penuh Drama

 Di jornada terakhir ini, Real Madrid dan Atletico Madrid sama-sama mendapatkan lawan yang berat. Atletico Madrid berhadapan dengan Real Valladolid sementara Real Madrid menghadapi Vilalrreal.

Atletico Madrid harus menang di laga ini. Karena jika poin mereka sama dengan Real Madrid, maka Madrid akan dinyatakan menjadi juara karena unggul head to head.

Di laga ini, Atletico menjalani start yang buruk. Setelah mereka kebobolan terlebih dahulu di babak pertama.

Namun Los Rojiblancos tidak menyerah begitu saja. Mereka berhasil mencetak dua gol di babak kedua melalui Angel Correa dan Luis Suarez.

Berkat hasil ini Atletico Madrid dinobatkan menjadi jaura La Liga musim ini dengan raihan 86 poin. 

Ini merupakan gelar La Liga ke-11 Atletico Madrid.

Mereka terakhir kali memenangkan gelar itu di tahun 2014 silam.