Presiden Serie A Sindir Pemilik Newcastle

Newcastle

Presiden Lega Serie A, Paolo Dal Pino, menyerang salah satu pemilik Newcastle United, Amanda Staveley, dan menilai klub Liga Primer Inggris itu seperti mobil murah.

Staveley sebelumnya menyatakan, perusahaan asal Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF), awalnya ingin membeli saham Inter dan AC Milan. Mereka sempat melakukan pembicaraan, namun akhirnya niat itu diurungkan.

Wanita yang juga menjabat sebagai managing director PCP Capital Partners dan tangan kanan PIF tersebut mengungkapkan alasannya. Hal itu disebabkan kompetisi Serie A tidak terstruktur dengan rapi, dan mereka akhirnya memilih mengambil saham Newcastle.

Tak pelak pernyataan Staveley ini mengundang reaksi dari pengelola Serie A. Dal Pino mengatakan, Staveley lebih suka mengendarai mobil utilitarian dibandingkan mengemudikan mobil dengan teknologi canggih.

“Jika Amanda Staveley memilih berinvestasi di Newcastle dibandingkan Inter atau Milan, kalian bisa lihat dia lebih suka mobil utilitarian, dan bukan Formula 1,” cetus Dal Pino dikutip laman Calciomercato.

“Kami punya delapan investor asing, yakni tujuh orang Amerika Serikat, dan satu orang Tiongkok yang menaruh kepercayaan pada Serie A, dan meyakini ada potensi pertumbuhan.”

Sejumlah klub Serie A memang saat ini dikuasai sejumlah pebisnis dari luar Italia, yakni Bologna, Spezia, Venezia, Milan, Inter, Fiorentina, AS Roma, dan terakhir Genoa. Perusahaan berbasis di Miami, 777 Partners, telah menjadi pemilik saham terbesar Genoa pada bulan lalu.

Dari delapan klub itu, sebagian besar dikuasai pebisnis asal AS. Hanya Inter yang dimiliki perusahaan asal Tiongkok, yakni Suning Group.

“Ketika Anda berinvestasi, Anda melihat potensi pasar di mana Anda beroperasi,” lanjut Dal Pino.

“Saat Anda melihat sepakbola Italia, Anda melihat ini adalah peluang besar, karena memiliki potensi yang tidak terekspresikan, tidak seperti liga lainnya. Ketika semua investor besar di dunia melihat Serie A, mereka melakukannya karena ada potensi.”

“Sekarang terserah kepada kami untuk mengeluarkan potensi itu. Saya lebih suka memiliki 90 persen dari sesuatu yang dalam lima atau enam tahun ke depan bernilai €30 miliar, daripada 100 persen dari sesuatu yang saat ini bernilai 17, tapi kehilangan nilainya dalam beberapa tahun mendatang.”

“Kami memiliki tugas untuk menciptakan nilai, tidak hanya bagi investor Italia, tetapi juga bagi mereka yang datang berasal dari luar negeri.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *